Senja ini Shiren pulang diantar oleh Damar ke rumah. Rumah Zafran, lebih tepatnya. Mau pulang ke mana lagi. Setelah menikah, Mama dengan tega memberi peringatan keras ia harus tinggal dengan Zafran dan dilarang pulang ke rumah sebelum pernikahan mereka berusia empat puluh hari. Alhasil, sampai sekarang Shiren belum pernah kembali ke rumah lagi. Sejauh ini hubungannya dengan Mama hanya melalui telepon. Sementara dengan Aris dan Efim, Shiren bahkan belum berkomunikasi sama sekali. Akan lebih baik begini. Setiap kali mereka berkomunikasi, hasilnya selalu pertengkaran. "Sory ya, Dam! Gara-gara motor gue, loe jadi repot nganterin gue segala!" Shiren berkata keras, mengalahkan angin senja yang berhembus kuat. Saat Shiren berniat pulang, Si Meisya, motor matic kesayangannya, entah kenapa n

