"Gila. Gue diceramahin sama si botak gara-gara video itu. Mana video itu bukan gue yang upload lagi. Kenapa juga gue yang disalahin? Gue curiga si botak iri sama ketenaran gue!" Shiren kembali ke ruang loket dan mulai uring-uringan. Lia dan Angel hanya bisa mendesah panjang. Orang satu itu kalau udah uring-uringan, yang kena pasti teman-temannya. Lia mulai mengambil ear phone dan memasangkannya di telinga. Dia harus menyelamatkan pendengarannya dari sumpah serapah Shiren. "Loe juga sih. Siapa suruh ciuman di restoran. Kayak nggak punya kamar pribadi aja!" Angel menimpali dengan ringan. Dia melirik Lia yang mulai menggeleng-gelengkan kepala sesuai tempo lagu yang didengarkan. Angel iri. Kenapa juga dia hari ini nggak bawa ear phone. Mana Shiren sedang dalam kondisi marah-marah begini.

