Seorang wanita dengan polesan make up sempurna duduk anggun di ruang tengah, tersenyum kecil ketika melihat kedatangan Shiren dan Zafran. Matanya berkilat dengan kepedihan saat melihat lelaki dalam masa lalunya bersama wanita lain. Bahkan, wajah lelaki yang dulu selalu tersenyum dan bercahaya untuknya, kini senyum tersebut untuk wanita lain. Senyum Zafran pada Avana kini tertahan, tak lagi setulus dulu ketika mereka masih menjalin kisah asmara. Semuanya tampak berubah. Apa yang dulu lelaki itu janjikan, kini tampak angin lalu belaka. Avana mengerjapkan mata, menutupi kepedihan yang ia rasakan. Memalukan rasanya mengaku kalah di hadapan mereka. Menyedihkan rasanya menjadi pihak yang tersingkir lebih awal. "Ada apa, Av?" tanya Zafran, suaranya tak lagi mengandung kelembutan seperti yan

