Hari demi hari berlalu dengan cepat. Perubahan yang terjadi antara Shiren dan Zafran tampak signifikan. Hubungan mereka semakin dekat, bahkan Zafran tanpa ragu menjadi sopir pribadi Shiren yang siap sedia mengantar jemputnya saat bekerja. Wajah lelaki itu tampak sumringah. Kebahagiaan menari-nari di kedua matanya. Hampir semua orang bisa melihat ini. "Loe apain laki loe? Nggak loe pelet 'kan?" tanya Angel suatu pagi setelah melihat Zafran mencium kening Shiren persis di depan ruang HRD. Angel memang tidak pernah melihat Shiren menjalani romansa sekuat ini pada seseorang. Dia sempat penasaran melihat Shiren yang bisanya tak pernah peka, mampu memiliki emosi khusus pada laki-laki. Namun, melihat interaksi akhir-akhir ini antara Zafran dan Shiren yang tak peduli tempat, rasanya Angel risi

