Satu bulan kemudian. Saat Shiren dan Zafran mulai menikmati kebersamaan mereka, tiba-tiba ada riak yang mulai hadir. Saat Avana perlahan mulai mundur dari Zafran dan mengetahui posisinya dengan baik, riak lain mulai tercipta. Riak kali ini dibawa oleh Mama Ratna, mampu membuat kejutan baru bagi semua orang. Membuat keributan dalam situasi yang mulai tenang. Sore itu, Zafran menatap Shiren dengan berbagai perasaan yang campur aduk. Dia mengalami pertentangan batin. Kebimbangan untuk menyampaikan sesuatu, atau menutupinya rapat-rapat. Setelah mengalami banyak perdebatan dalam hati, akhirnya Zafran memilih menyampaikan fakta ini pelan-pelan. "Shiren!" "Ya?" Shiren baru saja membuat kopi untuk kedua kalinya. Dia sibuk mencicipi cairan pekat itu, kemudian menggeleng lemah. Tadi terlalu

