Konfrontasi

1867 Kata

Kebencian. Kekecewaan. Kekesalan. Itulah yang tengah Shiren rasakan saat ini. Dari semua yang telah Shiren dengar tentang Admaja, tidak ada hal baik dari dirinya kecuali kekayaan. Mungkinkah Mama menjadi wanita gila harta yang rela menyerahkan diri demi segepok uang? Jelas Mama bukan wanita yang seperti itu. "Shiren! Biar Mama jelasin semuanya!" Wajah Mama Ratna saat ini semakin memutih. Bibirnya gemetar hebat. Admaja yang mengetahui keributan ini, datang mendekat, meraih pinggang Mama Ratna untuk memberi ketenangan atas situasi yang mulai memanas. "Dia putrimu, 'kan? Ayo kita masuk dan bicarakan semuanya dengan baik-baik!" Admaja menatap wajah pucat wanita dalam pelukannya dan menyadari kejadian ini telah berhasil mengguncang Mama Ratna dengan kuat. "Kita tidak pernah ditakdirka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN