Keputusan Mama Ratna

1478 Kata

Ratna menatap lelaki di depannya tanpa ekspresi. Emosi wajahnya datar. Tatapan matanya dingin. "Kamu sudah memutuskan. Kutebak kamu pasti lebih memilih putrimu!" Admaja menyuarakan pikirannya, merangkum sosok Ratna untuk terakhir kalinya. Usia telah membuat Ratna memiliki beberapa kerutan di sekitar mata dan sisi-sisi wajahnya. Namun, meski begitu, aura kecantikannya tetap terpancar. Hidung mancungnya terbentuk indah. Tulang pipinya yang tinggi tampak mengesankan. Alisnya yang tebal seperti pulasan kuas dan hasil maha karya grand master. Yang paling menonjol dari semuanya adalah mata Ratna. Usia tidak memudarkan sorot matanya yang memiliki pesona mematikan. Setidaknya, begitulah menurut Admaja. "Ya. Bersama denganmu adalah sebuah kesalahan!" Admaja bukanlah orang yang bisa hidup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN