Zafran pulang ke rumah saat hari menjelang petang. Dia harus menyelesaikan dulu beberapa laporan yang sudah memasuki deadline. Pak Prasodjoe sudah misuh-misuh. Devisi keuangan sudah mendapat semprot tiga kali hari ini gara-gara kinerjanya yang dinilai kurang. Hasilnya, aura kantor jadi terasa menakutkan, tegang, dan sama sekali tak nyaman. Semua orang stress. Para karyawan dipaksa melakukan lebih dari batas mereka. Meskipun kinerjanya meningkat drastis di penghujung hari, bisa dipastikan psikis semua orang terganggu. Termasuk Zafran. Baru saja Zafran tiba di rumah dan memasuki ruang utama, dia dikejutkan dengan kehadiran kedua orang tuanya. Di antara mereka, ada Shiren yang menunjukkan raut muka serius. Tentu saja Zafran bingung. Bukannya mereka berdua sudah pamitan pulang pagi-pagi se

