Damar menatap Shiren yang yang hari ini tampak uring-uringan. Angel dan Lia yang terpaksa mendengar semua sumpah serapah temannya hanya karena dipicu hal-hal sepele, akhirnya habis kesabaran. Bayangkan saja, Shiren sudah dua kali membentak pelanggan tanpa alasan jelas, misuh-misuh pada si botak, dan membully Ilham, anak baru di bagian pemasaran. Lia yakin jika sikap Shiren tetap seperti ini, di akhir hari nanti si botak pasti akan memberinya SP lagi. Jam baru saja menunjukkan pukul dua siang. Suhu Jakarta terasa menyengat. Shiren terlihat sibuk mengulik ponselnya, membiarkan kipas angin kecil menemani dirinya. AC di ruangan ini mati sejak dua hari yang lalu. Lia sudah melaporkan pada bagian teknisi, tetapi mereka tak kunjung melakukan tindakan apa pun. "Loe hari ini kenapa sih?" Ange

