Teror

1314 Kata

Shiren terbangun tiba-tiba karena merasa ia diawasi oleh seseorang. Matanya yang bulat membelalak, saat didapati Mario ada di ujung ranjang, menatap Shiren tajam. Napas Shiren tertahan. Dia tak mengerti bagaimana bisa Mario ada di sini, di dalam kamarnya. Bukankah Shiren telah bebas? Bukahnkah ia telah berada di rumah? Bagaimana bisa lelaki itu menyusup ke kamarnya seperti ini? Shiren menyapukan pandangannya ke sekeliling ruang, terkejut saat jendela kamarnya yang mengarah ke halaman samping kini terbuka, menunjukkan engselnya terlepas di beberapa sisi. Jadi dari sinilah Mario datang. Lelaki itu menyusup ke dalam kamar Shiren, entah bagaimana mampu menemukan dirinya. "Apa loe pikir bisa lari dari gue?" Mario bertanya sinis, matanya menunjukkan kemenangan. Apakah Shiren bodoh? Bahk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN