Sepanjang hidup Zafran, dia tak pernah mengira akhirnya akan berada di titik paling tak masuk akal. Dia adalah lelaki yang memiliki temperamen baik, karakter sempurna, pemikiran cerdik, dan selalu disanjung sebagai lelaki potensial. Nyatanya, malam ini Zafran tidur di lantai bersama Shiren seperti gembel jalanan hanya beralaskan selimut. Sementara ranjang besar miliknya, dibiarkan kosong sama sekali. Betapa bodohnya dia saat ini. Jika dulu ada orang yang akan mengatakan Zafran lebih memilih tidur di lantai alih-alih di ranjang, dia pasti akan menertawakan orang tersebut. Sekarang semuanya justru seperti ini. "Loe tau nggak kita saat ini bener-bener t***l? Cuma kita, pasangan pengantin baru, yang lebih memilih tidur secara terpisah di lantai, alih-alih di ranjang." Zafran melirik ke ara

