"Shiren! Gimana kalau nanti malam loe tolongin gue?" Zafran langsung menyeret Shiren setelah ia pulang dari kerja pada jam lima sore. Zafran membawa Shiren ke ruang kerja, jauh dari kedua orang tua mereka yang saat ini sedang berbincang di ruang tengah. "Tolongin? Loe nggak hutang judi, kan?" "Loe pikir cowok cakep macem gue pantas hutang judi?" "Terus? Loe nggak mau bikin wasiat terakhir kan?" tanya Shiren curiga. "Nggak. Umur gue masih panjang." "Loe mau minta tolong gue apaan? Setau gue, gue nggak punya kemampuan lebih yang bisa loe manfaatkan!" Shiren melirik, penuh waspada. "Gue mau ketemuan sama mantan. Loe bisa nggak temenin gue?" Shiren melotot lama. Otak Zafran di mana? Apa urusannya ketemuan mantan dengan dirinya? Kenapa ia harus ikut nyempil jadi pihak ke tiga yan

