Adrian duduk di samping Aira yang kini tengah terbaring di tempat tidurnya. Perasaannya nampak cemas, entah obat apa yang sudah diminum perempuan di depannya itu. Tabib sedang pergi untuk memeriksa, karena ia pun baru pertama kali menemukan obat seperti itu. Adrian menggenggam tangan Aira. Berharap kontak fisik keduanya bisa menyadarkan Aira seperti biasanya. Benar saja. Aira tiba-tiba membuka matanya. "Kamu.." Aira terperangah tak percaya di depannya nampak seorang pria tampan. "Ya ini aku!" Adrian lebih terkejut lagi melihat ekspresi yang ditunjukkan Aira. "Apa aku ada di Surga?" Tanya Aira mengingat sebelumnya ia telah mendapatkan penyiksaan di penjara Istana Putih. Adrian merasa heran. "Kamu berada." Adrian belum menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba Aira beranjak dari tempat tidur

