Bab 28

1012 Kata

Aira langsung fokus kembali. "Ya, aku pernah tapi itu hanya." Belum selesai Aira menjawab pertanyaan kedua, Jenny langsung memberikan pertanyaan terakhir. "Apa kalian berdua pernah berciuman?" Jenny menanyakan pertanyaan terakhir. Aira membelalakkan matanya. Ia ingat bagaimana dia memberi nafas buatan, serta saat terjatuh di atas wajah Adrian di gua tempat Lionel menculiknya. "Itu hanya.." Aira hendak memberi alasan. Namun Jenny sudah menyimpulkan semua. "Kalian memiliki hubungan istimewa. Dia menganggap mu orang spesial." Tegas Jenny. "Tidak Jenny. Dia hanya menginginkanku karena nyawaku sangat penting baginya." Aira berusaha meyakinkan Jenny. "Itu dia. Setiap orang yang mencintai pasangannya. Pasti akan menganggap nyawa pasangannya sangat penting." Jenny tetap bersikeras. "Awaln

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN