Ke Bali

1727 Kata

Mas Sam pulang setelah Maghrib. Padahal siang itu dia bilang akan pulang sore. Mungkin kesibukannya di kantor menyebabkan ia telat pulang. Aku harusnya memaklumi hal tersebut. Masuk kamar, Mas Sam diam tanpa suara. Dia melepas jas dan dasinya, dan meletakkan sembarang di tempat tidur. Sepertinya itu memang kebiasaan lelaki. Para teman guru sering mengeluh kebiasaan suaminya yang lempar sana, taruh sini barang pribadi sesuka hati. Seperti handuk basah yang akan diletakkan di atas tempat tidur. Namun sejauh ini, Mas Sam selalu meletakkan handuk di tempatnya. Setelah melepas pakaian, ia berlalu masuk ke kamar mandi. Aku cuma dilihatnya sekilas. Apa jangan-jangan Mas Sam marah padaku soal siang tadi? Padahal kan bukan salahku. Mana kutahu ada Ken di rumah ini. Dia memang dekat dengan Bula

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN