"Sam … Maysarah!" Sayup kudengar ada yang memanggilku dan Mas Sam disertai dengan suara gedoran pintu kamar. Dengan berat kubuka mata ini. Entah kenapa atas dadaku terasa berat juga, seperti ada sesuatu yang menindih dan terdengar deru napas di dekat telinga. Apa Bulan? Perasaan anak kecil tidak seberat ini? "Mas Sam?" ucapku tercekat di tenggorokan. Mataku terbelalak kaget. Dia tidur memelukku, sedang Bulan malah bertukar posisi dengannya dan berada di ujung sana, masih tertidur dengan nyenyaknya. "Mas, bangun. Sepertinya Ibu memanggil." Kugoyangkan lengannya pelan dengan berbisik, takut Bulan terbangun. "Biarkan saja, siapa suruh tidak mengawasi cucunya sampai masuk ke sini." Hah! Apa aku tidak salah dengar? Masih dengan mata terpejam ia menjawab ucapanku. Kuperhatikan lelaki yang be

