Lelah hanya tiduran di tempat tidur dan berselancar media sosial, kuputuskan membuka laptop melihat pekerjaan anak-anak didikku. Kebetulan hasil nilai mereka belum kurekap ke dalam buku jurnal. Ponselku berdering. Dengan gerakan cepat kuambil ponsel yang terletak di atas tempat tidur. Ibu Denok? Ada apa beliau menghubungiku? Apa ada hubungannya dengan Ayah? "Assalamualaikum, Bu. Iya ini May, kenapa Bu? Apa Ayah baik-baik saja?" "Heh! Anak tak tahu diuntung, bukannya membuat adikmu naik jabatan dengan menikahi orang kaya, eh, malah dipecat." Gegas Ibu bicara dengan nada tinggi. "Maksud Ibu?" tanyaku tidak mengerti. "Jangan pura-pura tidak tahu. Pasti kamu kan yang meminta Sam untuk memecat Mala." Hah! Aku malah baru tahu kalau Nirmala dipecat dari kantornya Mas Sam. "Yang benar, Bu

