"Maaf, Bu. Semua keputusan May serahkan ke Ayah ataupun Mas Sam." Wajah Ibu dan Nirmala mendadak pias. Mungkin mereka tidak menyangka kalau akhirnya aku tidak membela mereka. "Ini menyangkut masalah nyawa, soal keselamatan keluarga Mas Sam. Untung saja mereka tidak kenapa waktu itu. Benar tidaknya bukankah sudah ada bukti? Sudah ada yang mengaku kalau Nirmala lah yang menugaskannya melakukan kejahatan tersebut. Itu lebih dari cukup sebagai bukti dan saksi bukan?" jelasku mengemukakan alasan. Mas Sam mengangguk. "Tidak, Kak May. Harusnya Kakak percaya sama aku--adik Kakak sendiri, bukannya lebih percaya sama orang asing yang bahkan cuma kedengaran suaranya doang!" Gegas Nirmala berucap, ia bahkan berdiri dan menatap tajam padaku. Aku ikut berdiri dan membalas tatapan tajamnya. Cara di

