Tidak mungkin Ken--pemuja rahasiaku itu. Kalau memang dia, kenapa bisa menyukaiku dan memberikan banyak hadiah, serta menuliskan untaian kata suka? Apa bagusnya aku di mata anak bau kencur ini? Penampilanku saja kalah jauh dengan siswi cantik yang sering dekat dan mengejarnya. Lagipula kalau kutanyakan tentang secret admirer itu, kurasa dia tidak akan mengaku, atau bisa jadi bukan dia. Justru malah aku yang malu karena sudah menudingnya sebagai sang pemuja rahasiaku. Itu sangat memalukan. Mau ditaruh dimana mukaku saat ngajar dan ada dia-nya di sana. Bukan, pasti bukan dia. Anak tengil ini tidak mungkin menyukaiku apalagi sampai mengajakku menikah. "Ada apa Bu? Saya ganteng. Udah biasa, Bu. Jangan melihat saya seperti itu, saya malah tambah ganteng jadinya. Kan Bu May bisa lihat sendiri

