"Ken, Rio. Pulang ke rumah ya! Jangan keluyuran lagi dengan masih mengenakan seragam sekolah," perintahku pada dua anak didik yang salah satunya masih menatapku penuh tanya. Aku berlalu masuk ke dalam mobil duduk di samping Nirmala. Aku menatap lekat perempuan yang masih mengenakan pakaian kerja di sampingku ini. "Bingung ya Kak, kenapa aku bisa berada di dalam mobil ini?" tanyanya sesuai dengan apa yang bersarang di benakku. Nirmala tersenyum sambil mendekatkan badannya lebih maju ke arahku. "Pak Biru minta khusus aku buat nemani Kakak. Takut selera Kakak terlalu biasa atau rendahan." Nirmala tersenyum saat mengatakannya. Saat dia menekankan kata rendahan, aku tahu dia sedang mengejekku. "Kenapa Kak? Masih tidak percaya?" Aku melengos dengan menatap ke depan. "Atau perlu kuhubungi

