Bagian 11 : Kebohongan

1118 Kata

Tanganku mencari-cari ponselku di bawah bantal dengan mata masih terpejam. Ketika menyadari sesuatu yang aneh, aku membuka kedua mataku. Tanganku sedang memegang lengan seseorang. "AAAHH!" teriakku ketika melihat wajah Juan berada dihadapanku dengan senyuman. Juan menutup telinganya, "Kebiasaan teriak mulu!" keluhnya. "Apa yang lo lakukan pagi-pagi disini?!" tanyaku kesal. "Gue mau minta lo temenin gue sama Vira jalan-jalan!" pintanya seenaknya. "Ogah!" tolakku ketus dan bangkit dari ranjangku. Juan menaikan satu alisnya, "Kenapa?" "Gue banyak kerjaan!" kataku sambil menguncir rambutku. "Please sekali aja. Ayo dong Leen, kan kita udah lama nggak ketemu, terus kita juga udah lama nggak jalan bareng!" Rengeknya memohon. "Ya udah iya! Bawel banget si lo jadi cowok!" kataku akhirnya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN