bc

I Hate You Brother

book_age16+
1.2K
IKUTI
5.9K
BACA
billionaire
love-triangle
family
dare to love and hate
student
comedy
sweet
campus
enimies to lovers
brothers
like
intro-logo
Uraian

Aleena sangat membenci teman kuliahnya Juan, ingin rasanya Aleena membunuh cowok rese yang selalu menganggu hidupnya...

Tapi sejauh apapun yang dilakukan Aleena untuk menyingkirkan Juan, cowok itu tidak akan pergi dari hidup Aleena, Juan akan semakin dekat dengan hidup Aleena, mereka akan tinggal serumah karena ayah Juan dan Ibu Aleena akan menikah!

"WHAT Menikah? No Way!"

____________________________________

DILARANG MENGCOPY/MEMPLAGIAT KESELURUHAN CERITA!!

Terbit : 16 Juni 2021

chap-preview
Pratinjau gratis
Bagian 1 : Pengacau
Hari ini adalah hari yang sangat menyebalkan bagiku! Disaat aku sedang berkencan dengan kekasihku Randy, cowok yang bernama Juan Alaxander hadir diantara kami. Aku sangat membenci cowok bernama Juan! Dia selalu menganggu hidupku! "Eh! Lo bisa nggak, nggak ganggu!?" tanyaku ketus kepada lelaki menyebalkan yang sedang menyengir dihadapanku. "Siapa yang ganggu lo?! Kepedean!" Balasnya membuatku bertolak pinggang. "Kalau lo nggak ganggu ngepain lo dari tadi makan satu meja sama gue dan Rendy?" tanyaku galak. Aku tidak suka melihatnya berada satu meja denganku. "Loh ini kan tempat umum, lagian emang gue salah?" jawabnya sambil memakan baksonya. "tuh lo liat semua bangku pada penuh!" ucapnya menatap sekeliling. Wajahnya terlihat tidak senang kepadaku. "Ih rese banget si lo!" seruku gemas. "Sayang kamu apain kek ini si Juan, kalau perlu kamu tonjok dia!" kataku merajuk kepada Rendy, untuk mencari pembelaan darinya. Aku ingin Rendy memberi pelajaran kepada Juan. "Ya dia kan nggak salah apa-apa masa aku tonjok Juan sih?" Ucap Rendy bingung dengan permintaanku. "Tuh lo denger?!" seru Juan sambil menyesap kuah baksonya dari mangkok, aku hanya memandanginya jiji. Gaya Juan makan seperti tidak makan satu hari penuh, "Ren, lo kok bisa tahan si sama cewek egois dan pemarah kaya dia? Kalau gue mah nggak sanggup!" lanjutnya santai sambal melirikku sinis. Hatiku sangat panas mendengar perkataannya dan langsung menggebrak meja membuat mangkok bakso dan minum milik Juan bergetar. Bisa – bisanya dia mengatakan hal itu! Sebelum aku memaki Juan kembali Rendy menarik tanganku menjauh dari kantin kampus. Dan membawaku ke tempat parkir. Rendy selalu saja seperti ini ketika aku sedang bertengkar dengan Juan. "Ih Rendy apa - apaan sih?! Lepasin nggak!" kataku kesal berusaha melepaskan cengkraman Rendy dari lenganku. "Aku anter kamu pulang, aku nggak mau disana kamu dan Juan semakin ribut karena hal sepele!" Ucap Rendy sambil membuka pintu mobilnya dan menyuruhku masuk kedalam mobilnya. Aku terpaksa masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan amarah. Rendy selalu saja membela Juan dan aku sangat tidak suka dengan hal itu. *** Sesampainya dirumah aku langsung masuk ke dalam rumah tanpa berpamitan kepada Rendy, aku sangat kesal dengannya karena dia tidak melakukan apapun kepada Juan. Padahal Juan sering mengangguku, dia sangat menyebalkan dan sering membuatku darah tinggi menghadapi tingkahnya itu. Tidak bisakah Rendy membelaku? Setidaknya menegur Juan. "Dasar Cowok sialan!! Gue benci banget sama tuh cowok. Dari awal gue masuk kampus dia selalu ajah ganggu hidup gue. Dasar Cowok freak!" Umpatku sambil melempar tasku ke ranjang dan menghempaskan tubuhku disana. "Lo liat pembalasan gue Juan!" Kataku sambil mengepalkan kedua tanganku. Aku akan memberi pelajaran kepada Juan, karena telah membuat hidupku menderita seperti ini. *** Malamnya.... "Sayang... cepat turun!" panggil mamaku dari lantai satu. "Iyah mah sebentar!" seruku sambil merapikan dress yang ku pakai. Aku tersenyum manis melihat penampilanku yang terlihat mempesona malam ini. Hari ini aku dan mama akan datang ke pesta perusahaan milik paman Alex. Paman Alex adalah calon ayahku nantinya. Beberapa Bulan lagi mama dan paman Alex akan menikah. Aku sangat bahagia saat mendengar kabar membahagiakan itu di mereka. Sejak aku berumur enam tahun ayahku sudah bersama Tuhan. Sepeninggalan papa, mama tidak pernah merajut kasih dengan pria manapun. Mama ingin fokus mengurusku. Pada saat lulus sekolah dan masuk perguruan tinggi mama baru mencoba membuka hatinya untuk pria. Begitu banyak yang mendekati mama, tetapi mama terlalu memikirkanku dan tidak ingin menjalin kasih dengan lelaki lain tanpa persetujuanku. Hingga akhirnya mama bertemu dengan om Alex. Aku bisa melihat senyum bahagia mama ketika bersama om Alex. Aku sangat yakin om Alex bisa membahagiakan mama. Dan sekarang sudah waktunya mama mendapatkan kebahagiannya kembali. Aku ingin melihat mama bahagia. Selama ini mama menyingkirkan kebahagiannya demi diriku. Aku sangat mendukung mama dan om Alex. Oh ya, perkenalkan namaku Aleena Jasmine, aku anak tunggal dan ibuku bekerja sebagai perias pengantin. Umurku baru menginjak sembilan belas tahun minggu lalu. Menjadi anak tunggal kadang membuatku kesepian karena mama sibuk bekerja untuk mencukupi kehidupan kami berdua. "Hay Om..." sapaku ketika aku sudah berada di ruang keluarga. Paman Alex dan mama langsung menoleh dan menatapku tersenyum. Mereka menungguku di ruang tamu. "Hay cantik..." Balas paman Alex dan memelukku singkat. Paman Alex terlihat begitu tampan dengan setelan kemeja hitamnya. Wangi maskulinya tercium jelas, mama tidak salah memilih paman Alex sebagai calon suaminya. paman Alex dia begitu baik kepada mama dan juga denganku, jika berada di dekat paman Alex aku merasa dia seperti ayahku sendiri. Sudah sangat lama aku tidak mendapatkan kasih sayang seorang ayah ketika ayah kandung meninggal. Aku sangat merindukan ayahku. "Oh my God mama!" Pekikku ketika melihat mama terlihat begitu cantik dan Anggun, dia memakai dress berwaran merah dengan motif bunga, "Mama cantik banget!" seruku dan langsung memeluk mama dan mengecup pipinya. Pantas saja aku mendapatkan kecantikan ini, pasti dari mamaku. "Terima kasih sayang, kamu juga terlihat sangat cantik." pujinya sambil mencium keningku. "Siapa dulu dong calon istrinya Om..." sahut paman Alex penuh kebanggan membuat kami tertawa, "bagaimana kalian sudah siap pergi?" tanya paman Alex, aku dan mama mengangguk. Aku dan mama langsung mengapit lengan besar paman Alex, kemudian paman Alex menarik kami keluar dari rumah kami dan menuju mobilnya. Hari ini kami akan menghadiri pesta ulang tahun perusahaan paman Alex, disana paman Alex akan mengumumkan pernikahannya dengan mama. Oh ya, paman Alex juga akan mengenalkan anaknya kepadaku, sampai saat ini aku belum bertemu dengan anaknya. Mamaku sudah sering bertemu dengan anak paman Alex. Kurasa mama begitu menyukai anaknya paman Alex, mama sering membicarakan tentangnya kepadaku. Dan aku sangat penasaran dengan anak paman Alex yang akan menjadi saudara tiriku itu. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. *** Setibanya di tempat pesta kami bertiga langsung turun dari mobil dan menuju gedung pesta. Aku memandang takjub pesta ini, pesta ini begitu glamor dan mewah. Para tamu yang datang ke pesta ini adalah orang – orang penting. "Ma, aku boleh kesana sebentar?" tanyaku sambil menujuk meja prasmanan. Mama mengangguk, "Oke, tapi jangan lama-lama yah. Mama Tunggu disini." Ucap Mama memperingatkan, aku langsung mengangguk, "Ohya satu lagi jangan berbuat macam-macam!" serunya ketika aku berbalik. Mama selalu saja memperingatkan aku seakan aku ini membawa kekacauan. Benar-benar deh paman Alex ini membuat pesta ulang tahun perusahaanya semewah ini! Bagaimana nanti jika paman Alex menikah dengan mama? Pasti pernikahannya dengan mama bisa lebih mewah. Ketika aku tidak sengaja melihat kue-kue cantik di sudut meja sana, aku langsung berlari pelan mendekati meja itu. Kemudian aku mengambilnya satu dan memakannya. Ya Tuhan kue ini rasanya lezat sekali! Aku akan menghabiskan semua kue ini! "Dasar Norak!" seru seseorang tiba-tiba yang berdiri tepat disampingku. Aku kontan menoleh dan terkejut saat melihat Juan cowok rese itu berada di sini. Oh No! aku merasa heran kenapa lelaki itu berada disini?! "Dasar kampungan baru makan kue kaya gitu ajah, penghayatanya dalam banget!" hina Juan. "Eh apa yang lo lakukan disini?!" teriakku sambil bertolak pinggang. "Yang seharusnya nanya itu gue bukan lo!" balasnya menatapku. "Lo emang benar-benar penganggu yah selalu muncul dimana-mana!" kataku geram dan kesal. "Berisik!" Ucapnya dan berlalu dari hadapanku. "Juan tunggu!" panggilku mengejarnya. "Juan gue tau lo pasti ikutin gue kan?" tanyaku menyelidik. Juan kontan berhenti, berbalik kearahku dan memperhatikan penampilanku dari atas hingga bawah, "gue ikutin lo?!!" tanyanya membuatku mengangguk, "Emangnya lo menarik buat gue ikutin?!" tanyanya dengan senyuman mengejek membuatku benar-benar kesal mendengarnya. "Dasar cowok rese lo!" seruku kesal dan langsung melempar kue yang tengah ku pegang ke wajahnya. "Apa-apaan si lo!" teriaknya sambil menyerka wajahnya yang terkena krim kue dengan saputangan miliknya. "Itu hukuman buat lo karena udah ganggu gue!" kataku membuat Juan menatapku tajam, "Apa lo? memang lo pikir gue takut sama lo!" tantangku bertolak pinggang. Tiba-tiba aku merasakan bibirku basah, Juan menciumku? Ya Tuhan! Aku langsung mendorong tubuhnya dan menampar wajahnya. "Juan! Aleena!?" seru seseorang membuat aku dan Juan menoleh. Kulihat mama dan paman Alex menatap kami dengan pandangan heran bercampur bingung. "Juan apa yang terjadi?" tanya paman Alex kepada Juan. Paman Alex mengenal cowok b******k ini? Tanyaku dalam hati. "Biasa pa, ada cewek rese yang terus ganggu aku!" Jawab Juan membuatku tambah kesal. "Lo emang songong yah!" seruku kesal. Juan selalu saja mencari masalah denganku. Tunggu-tunggu tadi juan panggil 'Pa?' jangan-jangan? Tidak mungkin. Tidak mungkin Om Alex adalah ayah dari laki – laki menyebalkan seperti Juan! "Aleena kamu nggak boleh begitu jadi anak perempuan." Keluh Mama menghusap bahuku. Mama sangat tahu jika saat ini aku sedang dipenuhi emosi. "Ini ma, cowok ini rese!" balasku sambil menunjuk wajah Juan. Ingin rasanya aku mencakar wajah Juan. "Tante kenal sama Aleena?" tanya Juan heran. Dari raut wajahnya saat ini sama sepertiku, sama – sama saling terkejut ketika mama dan om Alex saling mengenalku dan juga Juan. Aku kontan memandangi Mama yang sedang tersenyum sambil mengangguk. Wajah Juan langsung berubah menjadi Shocked. Begitu juga denganku. "Juan ini Aleena anak tante yang mau tante kenalin ke kamu" Ucap mama membuat wajah Juan tambah Shocked. "dan Aleena ini Juan anak Om Alex." "WHATT?!" aku langsung berteriak kencang membuat seisi tamu di pesta ini memandangi kami. Aku benar – benar tidak percaya apa yang dikatakan oleh mama. ***

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook