Bagian 2 : Crazy!

1048 Kata
“WHATT?!" aku berteriak membuat seisi tamu memandangi kami. "Juan anak Om Alex!?" pekikku terkejut. Mama hanya mengangguk. Juan Anak paman Alex?! Ya Tuhan aku nggak rela sampe kapanpun tidak rela jika mama dan paman Alex menikah, aku nggak setuju! Apalagi aku tahu paman Alex punya anak rese seperti Juan. "Ma, aku nggak mau mama menikah dengan Om Alex!" kataku membuat mama dan paman Alex terkejut. "Kenapa sayang?" tanya mama bingung. "Pokoknya aku nggak setuju!" kataku berteriak. "Bukannya kamu setuju kalau mama menikah dengan om Alex?" tanya mama lagi dengan pandangan tidak mengerti. "Iyah awalnya memang aku setuju, tapi pas aku tau Juan anak Om Alex aku nggak setuju!" Sahutku sambil memandang Juan jiji. "Kalian memang ada masalah apa sih?" tanya paman Alex kepadaku dan Juan. "Asal Om tahu yah, anak om ini suka menganggu hidupku om!" kataku, "Aduh mama sakit tahu nggak!" seruku meringgis ketika mama mencubit bahuku. "Yang sopan dikit kamu!" bisik mama sinis Bodo amat! Aku sudah sangat kesal. "Juan benar apa yang dibilang Aleena?" tanya paman Alex menatap anaknya. Juan menghela nafas berat, "Aleena itu cewek lebay pa, dikit-dikit marah, dikit-dikit emosi kalau ketemu aku. Padahal aku hanya ingin berteman dengan dia pa..." Ucap Juan dengan wajah tanpa dosa membuatku melotot mendengar penjelasan darinya. Dasar penjilat jelas-jelas dia memang penganggu hidupku. "Lagian yah pa aku mah fine - fine ajah kalau papa jadi menikah sama tante Nisya." Lanjutnya sambil menatapku tersenyum menyeringai. "Aleena kamu ini memang benar-benar yah!" seru mama sambil menjewer kupingku. "Aduh mama apa-apaan sih! Sakit tahu!" pekikku kesal. "Kamu contoh tuh sih Juan! Kamu jadi anak memang keras kepala sekali!" kata mama dengan wajah penuh emosi kepadaku. "Pokoknya aku nggak setuju mama menikah dengan Om Alex!" kataku dengan penuh penekanan. "Tapi Aleena---" perkataan paman Alex terputus ketika aku menyela perkataannya. "Nggak ada tapi-tapian Om pokoknya aku nggak mau om nikah dengan mamaku! Apalagi kalau sampai Juan jadi saudara aku, ih amit-amit!" potongku, Tiba-tiba Juan menarik tanganku. "Pa, Tante sebentar yah..." Pamit Juan dan menarikku menjauh dari mama dan om Alex. "Lepasin gue nggak cowok freak!" makiku berusaha melepaskan cengkaramanya dari lenganku "Lo emang bener-bener cewek s***p yah!" seru Juan, "Eh denger yah, gue tahu lo benci banget sama gue tapi mendingan lo singkirin dulu rasa benci lo itu! Lo tega ngeliat nyokap lo sedih Karena nggak jadi nikah dengan bokap gue?" Ucap Juan sambil menunjuk mama dan Om Alex, "Lo hilangin dulu sikap egois lo itu, emangnya lo pikir gue mau harus jadi saudara lo? gue juga nggak mau jadi saudara lo! tapi buat kebahagiaan bokap gue, gue rela harus jadi saudara sama lo!" katanya membuatku berpikir Juan berkata benar, aku nggak mungkin bersikap egois. Aku ingin mama dan Om Alex bahagia, tapi kenapa harus Juan si Tuhan anaknya Om Alex. Aku memandangi mama dan om Alex yang sedang menatap kami dengan wajah penuh rasa sedih dan kecewa. "Oke, gue setuju nyokap gue nikah sama bokap lo! Puas?!" kataku menatap sinis Juan dan pergi dari hadapannya. Aku tidak ada pilihan lain, meskipun aku tidak menyukai Juan. Namun, bagaimana pun juga awalnya aku menyukai paman Alex dan menyetujui hubungan mama dengan paman Alex. Aku tidak ingin membuat mama sedih dan paman Alex kecewa karena tidak jadi menikah atas kehendakku. Aku memang membenci Juan, tetapi kebahagian mama lebih penting. Seandainya saja Juan bukan anak paman Alex pasti semua ini akan lebih mudah. *** Dua Bulan Kemudian... Akhirnya Mama dan paman Alex menikah, dan sekarang mereka sudah resmi menjadi suami istri. Pernikahan mama dan paman Alex di rayakan di Bali, pernikahan ini hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat saja. Aku sangat bahagia melihat wajah mama yang begitu ceria dan bahagia bersama paman Alex yang sudah menjadi papa-ku sekarang. Paman Alex memang sosok pria yang baik dimataku, dia sangat sayang kepada mama dan aku, walaupun aku hanya anak tirinya. Paman Alex memang baik, tapi kenapa Tuhan tidak adil yah? Kok bisa-bisanya Om Alex punya anak seperti Juan? Bicara tentang Juan cowok freak itu sedang duduk bersama sahabatnya yang tak kalah freak-nya dari Juan. Tingkat kebencianku kepada Juan semakin tinggi, dia telah merebut kasih sayang mama dariku dan sekarang mama sering membelanya daripada aku. Dasar kakak tiri b******k! "Aleena!" panggil seseorang membuatku berbalik. "Rendy?!" seruku senang ketika melihat Rendy bersama dua orang sahabatku. Aku langsung berlari mendekati Rendy dan mencium bibirnya singkat. "Aku kira kamu nggak bakal dateng Ren..." kataku tersenyum. "Ya pasti lah aku dateng, masa ke pernikahan calon mama mertuaku nggak dateng." Ucapnya membuatku tertawa. "Aleena selamat yah, punya papa baru dong nih!" ledek Brenda kepadaku. "Bukan Cuma punya papa baru tapi punya kakak baru juga!" sahut Hana membuatku berdecak malas. Seisi kampus sudah mengetahui jika mamaku menikah dengan paman Alex ayahnya Juan. Gara-gara Juan si mulut comel seisi kampus jadi mengetahui tentang pernikahan mamaku, gara-gara dia juga aku jadi bulan-bulannan anak-anak kampus. Padahal aku tidak ingin teman-temanku tahu jika ayahnya Juan menikah dengan mamaku! Mau ditaruh mana muka-ku ini?! Jika semua orang tahu ayah Juan dan mama ku menikah! Padahal yang mereka tahu aku dan Juan adalah musuh bebuyutan. Selain itu Juan sering memanggilku dengan sebutan ADIKKU SAYANG, jiji banget aku mendengarnya. "Woy Rendy! Baru dateng Bro?" seru Juan yang entah kapan sudah berada di dekatku bersama kedua asistennya Nindo dan Gio. "Iyah nih baru dateng." Balas Rendy. Rendy, cowok ini sudah tahu kalau aku dan Juan akan menjadi saudara tiri. Awalnya Rendy sangat terkejut mendengar pengakuanku, tapi akhirnya Rendy malah mendukung ini semua. Rendy bilang siapa tahu saja ke depannya hubunganku dengan Juan akan menjadi baik. Percuma bicara dengan Rendy dia selalu saja berpikir positif apapun masalahnya. "Yuk gue anter ketemu Bokap dan Mama gue." Ajak Juan dengan wajah bahagia sambil merangkul Rendy. Aku hanya menatap Juan jengah melihat wajahnya yang sok malaikat itu. "Leen, lo cantik dan seksi banget hari ini." Ucap Nindo dan Gio, aku langsung menatap mereka tajam. "beruntung banget si Juan!" seru Nindo tertawa diikuti Gio. "Berisik lo, sana lo pergi! Ikutin tuh kepala suku lo yang freak!" kataku ketus. Nindo dan Gio langsung pergi sambil tertawa. "Aduh Leen, gue nggak nyangka lo jadi saudaraan sama Juan. Lo beruntung banget si Leen bisa saudaraan sama Juan! Gue juga pengen Leen..." Ucap Brenda penuh harap dengan mata berbinar. "lo udah gila yah?" kataku kesal dan pergi meninggalkan Brenda dan Hana. "Aleena tunggu!" seru Brenda dan Hana mengerjarku. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN