21 Permission

1960 Kata

Ariana POV Entah mengapa, hari ini Jason begitu menempel padaku. Sejak kejadian didepan pintu tadi pagi, ia sama sekali belum mau turun dari gendongan sehingga aku memutuskan untuk tidak datang ke kantor. Mungkin nanti saat senggang aku akan mengerjakan pekerjaanku dari rumah. Suara isak tangis Jason masih terdengar, padahal sejak tadi aku sudah berusaha menenangkannya. Beragam rayuan juga seperti tak berarti untuk putra semata wayangku ini. Bahkan bukan hanya aku, melainkan orang-orang lain di mansion juga ikut berusaha menenangkannya, namun Jason terus-terusan memelukku erat. Persis seperti koala yang memeluk cabang pohonnya kuat-kuat. “Love, makan dulu, ya? Mommy tidak akan pergi kemana-mana hari ini dan akan terus bersama Jason saja,” rayuku sambil mengulurkan sendok berisi sarapann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN