Evander POV Sekembalinya dari bertemu dengan Marvin, aku tidak serta merta langsung pulang. Masih dengan mengendarai mobil fasilitas kantor, aku berkeliling kota tanpa arah dan tujuan yang pasti. Meski sebelumnya aku pernah berkata bahwa aku akan menerima apapun hasil dari tes DNA tersebut, namun aku belum tahu harus bersikap bagaimana setelahnya. Karena itulah aku memilih menenangkan diri sambil berpikir untuk mencari keputusan paling tepat. “Kemungkinan sample A merupakan ayah kandung dari sample B adalah 99,98%.” Satu kalimat di bagian akhir laporan itu telah mengkonfirmasi semuanya. Jason adalah putra kandungku. Bodohnya aku yang tidak bisa mengenali anak itu sejak pertama kali melihatnya. Padahal ibuku yang hanya melihat dari foto saja bisa melihat betapa miripnya kami. Belum lagi

