Kelahiran adalah momen yang selalu dinantikan. Tidak dipungkiri bagi Anan. Dia menyenangi momen dimana bayi mungil hasil dari perjuangannya yang gigih bersama sang istri nyatanya datang ke dunia dengan aksen wajah yang mirip dengannya serta tak lupa mewarisi sebagian dari Galiya punya. Sama seperti saat ini, bayi kembar yang akhirnya lahir dan membuat kedua kakaknya penasaran akhirnya bisa mereka lihat dan gendong bersama. "Non, Saliya sama bibik, ya. Adek kembarnya jangan dicubitin terus, nanti nangis." Wita yang memang sudah mengasuh sejak Aley kecil sudah terbiasa untuk mengambil inisiatif. Karena kedua majikannya tak memiliki keluarga yang benar-benar siap siaga membantu, maka Wita dengan senang hati menjadi bagian dari keluarga kecil itu. "Ga." Tolak Saliya yang langsung menarik ta

