Empat anak tidak cukup? Mungkin ada yang salah dengan pikiran Anan. Sebelum semua ini Galiya berpikir demikian, tapi setelah dia merasakan masa dimana anak-anak mereka mulai sibuk dengan urusan masing-masing... rasanya sudah rindu berat. Aneh sekali Galiya merasakan bagaimana keempat anaknya sudah beranjak dewasa. Kedua putrinya sudah sibuk kuliah tahun pertama dan menjelang kelulusan SMA dengan memilih universitas yang dimau, sedangkan si adik sudah mengenal dunia sekolah menengah yang sibuk bukan hanya untuk belajar melainkan diisi dengan ekstrakulikuler yang bermacam-macam. Kini, sepertinya Galiya yang patut dinilai aneh. "Kamu kenapa, sih, Sayang? Kok kelihatan gelisah begini?" tanya Anan dengan mendekati sang istri. Dia menyentuh bahu Galiya, menekan perlahan hingga menjadi pija

