/ Aley/ Tinggal sendiri dan jauh dari kedua orangtuanya menjadikan Aley lebih mandiri dalam menjalani segala hal. Jika biasanya dia akan selalu terjamin oleh semua yang Galiya berikan untuknya, maka sekarang tidak lagi. Makananan harus dirinya cari sendiri, jika tidak ingat bahwa tidak ada lagi makanan yang tersedia di kamar kos, maka dia akan merasakan perutnya begitu lapar. Seperti malam ini, dia sepertinya harus keluar mencari makanan untuk bisa Aley konsumsi di tengah malam begini. Jaketnya dirapatkan karena pukul setengah satu dini hari begini sangat dingin sekali udara yang menerpa. Mencari tukang nasi goreng yang biasanya berada di ujung g**g, Aley nyatanya tidak menemukan keberadaannya. "Duh, kayaknya nggak dagang." Aley mendesah kecewa. Perut laparnya perlu diisi. Kepalanya bu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


