Kursi Ellie berputar ke belakang kala sang Nyonya itu menyelesaikan pekerjaannya. Gadis berambut pirang hingga menyentuh pahanya itu menatap ke luar jendela. Mata birunya menangkap butiran salju jatuh tertarik gravitasi. Kembali mewarnai Bumi dengan warna putih bersihnya. Diikuti pula dengan suhu yang semakin turun, Ellie menghela napas berat. Sebentar lagi tahun akan berganti. Seluruh pekerjaan mudah menumpuk dalam kurun waktu beberapa menit. Untung saja Elliana de Gilbert mampu mengerjakannya dengan cepat. Tidak memberi kesempatan untuk menciptakan bertumpuk tugas di mejanya. Seharusnya, Eugene de Gilbert juga seperti itu. Sibuk bekerja di ruang kerja, berkutat pada ribuan lembar kertas. Bukan turun ke lapangan. Ellie yakin seharusnya seperti itu. Ellie sudah menemani Eugene melakukan

