Sebuah mansion yang tenggelam jauh dalam rimbunan hutan pepohonan menyembunyikan empat orang penting di salah satu ruangannya. Tiga pria dan satu wanita. Salah satu pria berusia paling muda di antara keempatnya. Meski termuda, pemuda itu duduk di kursi utama sebuah meja pertemuan dengan gaya angkuh. Berbeda dari tiga rekannya yang tidak bisa duduk dengan tenang, menggeliat gelisah. Jam menunjuk pukul dua belas, tepat di siang hari yang dingin. Jam pun berdentang keras menggemakan bunyinya ke tiap sudut mansion. Memberi pengumuman bahwa setengah hari telah berlalu. Membuat tiga orang yang berada di dekat pemuda angkuh semakin gelisah bukan main. “Earl, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kita tidak mungkin terus berdiam diri di sini menunggu kematian menjemput, bukan!” ujar salah satu

