Tiga pelayan muda yang berkumpul di koridor dekat aula istana berhasil menarik perhatian Hera untuk mendekat. Gelagat aneh mereka tidak bisa Hera abaikan begitu saja. Terlebih, di pagi buta begini saat seluruh pekerja lainnya sedang sibuk-sibuknya menyiapkan festival akhir tahun Alterius. Dengan pembatasaan jam kerja Ellie, Hera harus berusaha mengatasi segala masalah agar tidak membebani sang Nyonya Gilbert yang hamil muda. Ketiga pelayan yang didekati Hera pun terlonjak kaget secara kompak. Wajah cemas mereka membuat Hera mengernyit. “Ada apa ini?” tanya Hera bingung. Erica, salah satu pelayan, menyodorkan sebuah surat kepada Hera dengan wajah kaku. “Lagi-lagi surat dari Count Efran.” “Lagi?” keluh Hera dengan hembusan napas kasar mengambil alih surat yang sungguh rutin datang setia

