BAB 22

1657 Kata

“Yang Mulia, apakah anda sudah siap?” tanya Charles setelah mengetuk pintu kamar Eugene. Di dalam kamar, Eugene berdiri berkacak pinggang di depan cermin. Pria jangkung itu menatap pantulan bayangannya dari ujung kepala sampai kaki. Keningnya berkerut, merasa masih tidak ada kecocokan dalam penampilannya. Padahal dia sudah cukup lelah bergonta-ganti pakaian dan aksesoris. Ini tidak seperti Eugene yang biasanya. Ketukan pintu kembali menginterupsi, memaksa Eugene untuk segera bersiap pergi. “Ellie akan tetap menganggapku tampan meski aku memakai baju jelek,” gumam Eugene sembari mengenakan jubah putihnya, bermaksud meningkatkan kepercayaan diri. Setelah memakai jubah, Eugene berjalan keluar dari kamar. Menemukan Charles dan Hans telah berdiri menunggunya di balik pintu kamar. Tanpa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN