BAB 52

1604 Kata

Tengah malam usai festival akhir tahun Alterius resmi dibuka, peperangan tiba-tiba pecah. Alterius dikepung oleh pasukan berskala besar tanpa aba-aba sama sekali. Bagaikan badai menerjang lautan yang tenang. Jika saja pasukan Alterius tidak selalu siaga menjaga keamanan, mungkin nasib Alterius sekarang jauh lebih buruk. Sebagai penguasa Alterius, Eugene de Gilbert merasa kecolongan lagi. Penyerangan massal yang terakhir telah berhasil melukai istrinya. Kini, musuh kembali bergerak saat dia membereskan masalah di kasino Black Crown. Seolah sebuah kesengajaan besar untuk mengalihkan perhatian Eugene. Dua kali terjebak dalam skenario yang sama membuat Eugene tidak bisa menahan amarahnya lagi. Eugene akan merutuki kebodohannya setelah selesai membereskan semua bangsawan yang terlibat. “Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN