Ario memasuki ruang rapat. “Maaf menunggu,” ujarnya pada Marissa dan Nurma. Marissa hanya menunduk diam seribu bahasa. “Tidak apa-apa. Pa Hartono mungkin setengah jam lagi tiba, tadi terjebak efek kecelakaan truk yang di dekat Imam Bonjol, jadi terlambat,” Nurma menjelaskan. “Oh masih stuck?” Ario mulai khawatir mengingat Ranti. Nurma mengangguk, “Sebagian sudah terurai, tapi efeknya masih macet.” Ario melangkah keluar ruang rapat, menelepon Ranti. Ario, “Kamu dimana? Masih macet?” Ranti, “Iya masih, bergerak perlahan.” Ario, “Aku khawatir.” Ranti, “Tidak apa-apa, jangan khawatir. Aku menunggu di rumah juga sepi. Setidaknya di jalan suasananya ramai.” Ario, “Hati-hati, tolong share live loc. Ponsel dicharge, jangan sampai mati.” Ranti, “Iya sayang. Ini di jalan memang membo

