“Tolong.. Evan lepaskan,” Ranti berteriak. Ario berlari ke arah teriakan itu. Irna ikut panik, ia mencoba mengikuti kecepatan lari Ario. Ia melihatnya, Evan memeluk Ranti dan berusaha menciumnya. Ranti mendorongnya bahkan mencoba memukulnya, tapi tentu saja tenaganya belum cukup untuk melawan Evan. Ario marah luar biasa, dia lalu menarik Evan dan memukulnya. Darah mengucur dari hidung laki-laki itu. “Pukulan aku sebelumnya ternyata tidak membuatmu kapok,” Ario kembali memukulnya, “Kurang ajar!” Ranti berteriak dan mencoba menahannya, “Ario!” Tapi wajahnya menunjukkan amarah yang sepertinya tidak bisa tertahan. Irna menghampiri Ranti, “Ibu tidak apa-apa?” Ranti berurai air mata, tidak sanggup berkata-kata. Irna kaget melihat pemandangan di depannya. Evan terlihat mendorong Ario,

