Selama di perjalanan menuju Apartemen Aya, Panji terus bercerita tentang sebuah kebenaran yang selama ini tidak diketahui oleh Aya. Hampir satu tahun ini, tidak ada berita tentang Panji karena memang Panji terluka parah dan semua identitasnya hilang. Hati Aya merasa bersalah sekali karena sudah mengumpat, membuat hatinya benci. Mimpi -mimpi Aya seminggu terakhir ini adalah jawaban. Ia mendapatkan pencerahan yang membuat dirinya dilema. Padahal sebentar lagi, ia akan menikah dengan Tovic. Cincin pertunangan juga sudah tersemat di jari manis Aya. Mana mungkin ia mmebatalkan rencana manis Tovic karena kehadiran Panji, mantan calon suaminya. Namun, jauh di dalam lubuk hati yang paling dalam Aya, ternyata rasa cinta itu masih ada. Rasanya Aya ingin memeluk erat tubuh Panji. Tapi, ia tahan

