Panji menangkap raut wajah Aya yang terlihat panik dan gelisah. Panji menggenggam tangan Aya dan mengusap pelan. "Kamu kenapa? Kleihatan gugup," ucap Panji menatap Aya lekat dan menatap tangan Aya lalu kembali menatap wajah cantik mantan calon istrinya itu. "Eum ... Enggak apa -apa," jawab Aya singkat. "Aku boleh tinggal di tempat kamu?" tanya Panji lagi. Aya mengangguk pasrah, "Boleh Mas." Aya masih berdiri di tempat. Ia terpaku, takjb, dan kaget luar biasa. Masih tidak percaya, kalau semua doanya bakal terwujud di amlam ini. Justru kaget karena Aya belum ada persiapan. Dan yang pasti, Aya saat ini sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Lalu, kalau Mas Panji meminta hubungan mereka berlanjut. Bagaimana? Ini yang Aya pikirkan. Alasan apa yang harus dikemukakan pada Panji dan pada

