Bab 40

2008 Kata

GRACE  -- Inilah saatnya. Aku duduk sembari menyesap minumanku di belakang meja. Mesin telepon yang menggantung di dinding menjadi satu-satunya pusat perhatianku. Sementara catatan kecil Abby tergeletak di atas meja, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam untuk membacanya, menyelesaikan semua tulisan itu hingga kupikir aku bisa mengingat setiap detailnya. Kata-katanya menghantuiku seperti sebuah panggilan yang tidak diharapkan. Kemudian mesin telepon berbunyi keras di tengah ruangan. Aku tersentak berdiri karena terkejut hingga kursi di belakangku nyaris terjatuh. Tiga detik kemudian, tanganku menyambar gagang telepon itu dan aku mendekatkannya ke telingaku. “Ini Grace.” “Ms. Lewis. Petugas di kantor kepolisian mengatakan kau ingin berbicara?” Itu suara Detektif Barry. “Ya, ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN