Mei 2015 "Ar … Ardi!" teriak Sena sambil melambaikan tangannya. "Di sini, Bro." Ardi memutar kepala, mencoba mencari sumber suara Sena. Sore itu Terminal Arjosari Malang tampak lebih ramai dari biasanya.Banyak orang hilir mudik berseliweran. Ada yang menunggu bus, ada yang baru turun dari bus, dan lain sebagainya. Sena tampak duduk di atas motor Ninjanya, persis di sebelah pintu keluar bus. "Sudah lama?" Ardi bertanya sambil menerima helm yang diulurkan Sena. "Mayanlah, setengah jam ada kali," jawab Sena ramah. Ardi menepuk bahu Sena dan berkata, "Maaf ya, Sen. Saya jadi merepotkan kamu." "Nggak lah, siapa juga yang repot. Gue malah seneng kau repotin. Jangankan jemput kau, jemput kau plus Ayu, plus emak kau pun gue nggak masalah, Ar." "Jemput Ayu? Jangan berkhayal, saya yang masala

