November 2019 "Kuat jalan, Al?" Arka bertanya setelah membuka pintu mobil untuk Alika. Si gadis yang saat ini mengenakan celana training dan kemejanya mengangguk pelan, lalu beranjak dari duduknya dengan perlahan. Arka sigap membantu Alika berdiri, menyangga tubuh lemas Alika dengan lengan kirinya. Sementara Ardi bergegas keluar dari sisi lain dan segera menghampiri Alika. "Yakin mau jalan?" tanya Ardi setelah menangkap geme-tar samar di kaki Alika. Alika hanya mengangguk seraya melangkahkan kakinya yang gemetaran. Satu langkah, dua langkah, tidak sampai tiga langkah, Alika merasa kakinya menebal dan sulit digerakkan. "Ah!" pekik Alika pelan. "Kenapa, Al?" Arka cemas dan menelisik wajah kesakitan Alika. Sementara itu tanpa banyak bicara, Ardi meraih tubuh Alika dan membopongnya. "Tur

