"Salah satu wujud kecintaan seorang Ibu terhadap anaknya adalah dia susah merelakan kalau ternyata anaknya itu sudah bukan anak kecil yang lucu dan imut-imut lagi." MENDADAK di tengah ingar-bingar para siswi calon selir botol susunya Ayap yang sibuk berkeliaran mencari s**u kental manis maupun bubuk, ponsel Pokeng berdering di balik saku celana sekolahnya. Tumben sekali ada yang meneleponnya. Saban hari ponselnya itu macam kuburan, tak ada SMS, chat, telepon, bahkan untuk sekadar missed call. Sekali pun ada paling-paling dari tukang tagih utang arisan mamanya atau salah sambung mengira bahwa nomor Pokeng adalah nomor rumah sakit jiwa. Cepat-cepat dilihatnya nomor penelepon nahas itu. Sebelum tatapan mata tertuju pada layar, ada sedikit jeda di mana Pokeng masih sempat-sempatnya bergumam

