Betapa rindu Ayap mengisap air s**u ibunya, padahal belum sampai seminggu mereka berpisah. Semua siswi terpana mendengar pernyataan Ayap itu. Kalau begitu caranya, takkan ada di antara anggota sayembara ini yang bisa memenangkan hati sang pangeran botol s**u. Bagaimana mungkin ada wanita yang bisa menyamai kasih sayang ibunya? Bagaimana mungkin ada wanita yang bisa membuat air s**u yang sama dengan air s**u ibunya Ayap? Para hadirin langsung pesimis. Ondeng malah kebalikan dari mereka. Dia sama sekali tidak tertarik dengan semua itu, air s**u, botol s**u, apalagi menjadi kekasih Ayap. Pada dasarnya Ondeng mengikuti sayembara ini memang karena terpaksa. Kalau bukan karena perjanjian botol s**u itu, kalau bukan karena Ayap telah menjualkan seratus biji botol s**u ayahnya, dia takkan mau,

