"Hanya d**a yang pernah mengalami fase menyusuilah yang pantas disebut dengan d**a elegan dan artistik." Entah apa yang para siswi itu pikirkan sehingga mau-mau saja ketika disuruh Ayap membuka baju dan memeras d**a. Kalau Bu Nyunyun tak menolak masih bisa dimaklumi sebab dia boleh jadi adalah istri yang haus kasih sayang di rumah akibat suami kerja jauh barangkali di negeri antah berantah mencari berlian. Apakah pesona sang pangeran botol s**u sampai separah itu, sampai bisa membuat orang bertindak melecehkan diri sendiri? Ataukah mereka memang sengaja ingin memperlihatkan bentuk d**a mereka yang bervariasi? Entahlah, tapi yang jelas justru bukan Ayap yang berada di depan untuk melihat pemandangan indah ini, melainkan Pokeng dan anggota geng motor asuhan Ayap yang lain. Mulut mereka

