"Maling jemuran? Maksudmu Tumba butuh biaya hanya untuk malingin jemuran tetangga?" "Itu ngidamnya Tumba, Pah. Katanya dia pengen banget kalau aku malingin jemuran tetangga secara profesional." "Hah, Tumba ngidam aneh kayak gitu?" "Iya, Pah." "Kok, hampir mirip, ya, sama ngidam Mamanya dulu?!" "Maksudnya, Pah?" "Iya, dulu almarhum Mamanya Tumba ngidam maling jemuran juga, tapi khusus celana kolor aja." 17 tahun lalu. "Atap!!!" Hardik Tuka sambil menggebrak meja. "Kenapa kamu selalu begini, hah? Kenapa kamu selalu gagal dalam menjual produksi botol susuku? Kurangkah gaji yang kukasih?" Atap menundukkan kepala sambil menyilangkan lengan di daerah s**********n. "Maaf, Pah, bukan begitu maksud Atap, tapi akhir-akhir ini Tumba sering minta yang aneh-aneh. Atap nggak fokus ngurusin mark

