"Halah, d**a calon-calon kena kanker aja dibanggain. Emangnya lo pikir Ayap mau apa air s**u yang berasal dari d**a penyakitan kayak gitu." - Yuli - "Enak aja. Jangan dengerin! Salam gue aja yang lo sampein sama Ayap. Bilangin jangan mau sama Yuli, dadanya rata, nggak bakal ada air susunya." - Sri - "Kakek, kok, malah diam aja, sih?" Gerutu Ayap yang duduk tegang di kursi depan meja Tuka. "Lanjutin, dong, Kek, ceritanya! Ayap penasaran, nih." Tuka malah berdiri sambil melirik jam tangannya. Oh, iya, jam tangan itu sendiri bentuknya sangat mirip dengan tutup botol s**u. Warnanya biru muda. "Lanjutin, lanjutin! Enak betul kamu. Ini sudah jam berapa? Sudah waktunya kamu masuk kelas." Ayap merengut. "Ah, Kakek, jahat amat, sih! Tanpa sekolah juga bisnis botol s**u Kakek pasti lancar jaya

