"Pernah, nih, ya, Ayap itu dibeliin setelan bayi seharga sama dengan setahun gaji pembantu." "Hah, gila banget tu anak dimanjainnya. Kalau saya mana pernah dibeliin baju bayi yang bagus. Baju-baju bayi saya hampir semuanya hasil pinjaman sama tetangga." "Saya aja dulu popoknya bukan pampers, Non, tapi lap dapur." "Tunggu, Yap!" cegat Pokeng. "Sebaiknya lo jangan keluar sekarang, deh. Gue belum mendata mereka, belum ngumpulin uang hasil penjualan hasil botol susunya. Takutnya kalau lo keluar sekarang, mereka jadi nggak tertarik lagi buat beliin botol s**u lo karena terpecah fokus sama penampilan lo yang kayak raja bayi ini." Ayap menoleh dan berjalan menghampiri cowok berhidung peyot itu. Dia sempat mengangguk-angguk sebelum menepuk pundak Pokeng. "Hm, pendapat lo ada benarnya juga, Ken

