"Emangnya gue udah hamilin lo apa sampe-sampe dia datang ke sini buat minta pertanggungjawaban?! Ngisap d**a lo aja gue belum pernah, kok, ngarep dihamilin!" Semua orang, baik panitia, yang ikut audisi, yang hanya menonton, maupun yang cuma jadi tukang bersih-bersih sampah, saat ini ternganga memandangi barisan yang mengantre ingin sekali menjadi kekasihnya Ayap. Barisan itu sendiri kini tak lagi rapi. Semuanya kacau karena heran melihat ekor barisan itu, tak terkecuali Sri dan Yuli. Apakah ada yang beda dari barisan pengantre itu? Kalau ada, apa? Tentu saja ada. Lihatlah itu di bagian paling belakang! Terkedek-kedek seorang wanita paruh baya yang mengenakan seragam dinas berwarna biru tua. Kedua jemari tangannya mengepal manja seperti terlihat gemes terhadap balita. Namun, sesekali

