"Eh, hidung kelindes pipa sambungan kloset, botol susunya udah habis kita beliin! Pake otak, dong, kalo ngasih perintah. Baru jadi panitianya Ayap aja belagu lo, gimana kalo jadi tukang catat uang arisan botol s**u sekolah!" Karena dirasa kurang efektif, akhirnya tempat penyelenggaraan sayembara cinta botol s**u dipindah oleh Ayap ke lapangan basket. Selain luas, lapangan ini merupakan tempat yang cukup aman dari jangkauan kakeknya yang bisa kapan saja datang seperti jelangkung. Dan sekarang, seluruh siswa, terutama yang kaum hawa, menatap aneh ke arah empat orang itu : Karai, Leho, Lakaji, dan Bilma. Mereka menyilangkan lengan di bawah d**a sambil memiringkan kepala, tak tahu apa maknanya. Pokeng langsung berjalan ke depan mereka, mengambil tempat di bagian tengah, lalu meraih mik ta

