Timo tentu saja masih mengingat kisah persahabatannya dengan Irfan yang bermula duduk satu bangku di kelas awal SMA, berkenalan dan langsung akrab. Di mata Timo, Irfan sangat berbeda dibanding teman-temannya yang lain, Irfan tulus berteman dengannya dan tidak pernah memanfaatkan kelebihan Timo yang memiliki latar belakang hidup yang sempurna, tampan, keluarga kaya, dan memiliki otak cerdas. Banyak yang ingin bersahabat dekat Timo, tapi Timo memilih Irfan yang memiliki hati tulus dalam bersahabat. Akhirnya Timo menyadari bahwa sikap tulus Irfan yang dulu menurun ke Numa, sehingga hatinya terpaut dengan Numa. Sayangnya, kini Irfan berubah dan Timo memaklumi, mungkin karena lingkungan bisnis dan pergaulan Irfan yang lebih luas, sehingga dia pun berubah. Timo mengamati foto-fotonya yang sedan

