“Jadi inget waktu dulu Bianca didandanin untuk menikah dengan unknown man.” Jelita tertawa. “Adikku tuh.” “Ya mana Bian tahu Kak itu siapa. Bayangkan aja ya bagaimana takutnya aku karena harus menyerahkan hidupku untuk lelaki yang bahkan aku gak tahu wujudnya itu seperti apa.” Perias sedang mengatur rambut Jelita setelah tadi merias wajahnya menjadi cantik rupawan. Sebenarnya Jelita bisa aja memoles wajahnya sendiri dihari bahagianya ini tapi Kanjeng Mami langsung ngegas dan bilang biar serahkan saja urusan make up dengan yang ahlinya merias pengantin. Terlalu meremehkan memang. Katanya sih beliau khawatir nanti riasannya jadi menor kayak dia mau show nge-DJ dari pada jadi pengantin. Jadinya Kanjeng mewanti-wanti untuk tidak membiarkan dia merias sendiri. Kanjeng ini semenjak anaknya di

